ImageBerbagi Kasih untuk Pejuang Nafkahh
Image

Berbagi Kasih untuk Pejuang Nafkahh

Rp 0 terkumpul dari Rp 100.000.000
0 Donasi ∞ hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

Pejuang kehidupan yang tak kenal lelah meski usia mereka telah renta. Dengan keterbatasan fisik, mereka tetap berjuang menghidupi keluarga dan mencukupi kebutuhan dasar. Mereka adalah saksi nyata betapa gigihnya manusia dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Setiap hari, mereka berjuang bukan untuk kemewahan, tetapi sekadar untuk sesuap nasi dan harapan hidup yang lebih baik bagi orang orang tercinta mereka.

Salah satu nya datang dari kisah Kakek Jabar (60 th), Dengan langkah pelan, bahu yang renta dan di usianya yang sudah lanjut kakek jabar mau tidak mau harus mencari nafkah seorang diri, Kakek Jabar menjajakan pisang keliling dari kampung ke kampung berjalan puluhan kilometer bukanlah hal yang mudah.

Rasa lapar sudah menjadi sahabat Kakek Jabar saat berkeliling menjual pisang yang tak kunjung laku. Jika ada uang, ia lebih memilih membeli beras untuk istrinya di rumah. Ketika lapar tak tertahankan, ia terpaksa memakan pisang dagangannya sebagai pengganjal perut.

“Kalau nggak laku, saya nggak bisa makan. Sering kali saya nahan lapar, pisang-pisang ini yang saya makan,” ujar Kakek Jabar dengan suara bergetar.

Di rumah berdinding papan yang sudah rapuh, Kakek Jabar tinggal bersama istrinya, Mesiyem (55 tahun). Mereka berdua hidup sangat  sederhana, dalam sujud-sujud panjangnya, mereka selalu memohon agar rezeki bertambah sehingga ia bisa hidup dengan layak dan nyaman.

Selain Kakek Jabar, ada juga kisah yang haru datang dari kisah Kakek Arsad (74th), penjual sapu keliling yang berjuang demi pengobatan sang istri.

Setiap hari Kakek Arsad membawa tumpukan sapu dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan. Tetapi sapu yang ia bawa dari pagi hingga petang seringkali tak laku, dan langkah kakinya terasa berat ketika harus pulang dengan tangan hampa.

Kakek Arsad beristirahat duduk di sebuah pos sambil memegangi dadanya yang terasa sesak. Nafasnya berat, tapi ia tetap melanjutkan perjalanannya, berharap ada pembeli yang bermurah hati.

Di rumah yang sederhana kakek arsad tinggal dengan istrinya, Maesah (57 tahun), yang telah sakit selama lima tahun. Kondisi ini membuat kakek semakin bertekad untuk bekerja, meskipun penghasilannya sering tidak cukup untuk membeli obat. 

“Doa saya setiap hari cuma satu, Mas, semoga ada rezeki untuk obati istri saya,” ujar Kakek Arsad.

Tak hanya Kakek Jabar dan Kakek Arsad, ada kisah lagi dari Kakek Sugiyono (82th) yang terus berjuang untuk bertahan hidup dan pengobatan sang istri.

Di usia yang sudah tua Kakek Sugiyono tetap berjalan kaki menjual sapu lidi, meski tubuhnya gemetar dan tenaganya sudah jauh berkurang, tapi tanggung jawab untuk istri yang sakit stroke membuatnya terus melangkah.

Dengan penghasilan yang terkadang hanya cukup untuk makan, kakek tak pernah menyerah, di sisa umurnya ia tetap bertekad untuk tidak bergantung pada orang lain untuk bertahan hidup. 

“Kalau saya nggak jualan, siapa yang kasih makan saya dan istri saya? Apalagi untuk biaya terapi istri saya,” ujar Kakek Sugiyono

Di rumahnya yang sederhana, Kakek Sugiyono tinggal bersama istrinya Saminem (63 tahun), yang telah setahun terbaring sakit akibat stroke. Setiap pagi sebelum berjualan, beliau menyempatkan waktu menyuapi sang istri dengan penuh kasih sayang. Meskipun hidup sulit, Kakek Sugiyono tetap berharap di sisa usianya ada rezeki yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka dan melanjutkan pengobatan istrinya.

Mereka adalah simbol keteguhan. Dalam keterbatasan fisik dan usia, mereka terus berusaha, tak pernah menyerah meski penghasilan yang mereka dapatkan tak sebanding dengan peluh dan letih yang mereka rasakan. 

Mari bergandengan tangan. Jadilah bagian dari cerita mereka. Dengan sedikit dari kita, kita dapat mengubah banyak bagi mereka.

#OrangBaik… yuk bersama kita bantu Kakek Jabar, Kakek Arsad, Kakek Sugiyono dan para pejuang nafkah lainnya. Salurkan donasimu dengan cara:  

1.⁠ ⁠Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.⁠ ⁠Masukkan nominal donasi
3.⁠ ⁠Pilih metode pembayaran transfer Bank
4.⁠ ⁠Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi. 

Terima Kasih Orang Baik!

Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat anak lainnya di bawah naungan Gerbang Kebaikan Indonesia.

Penafian : Hasil penggalangan dana ini akan di belikan tanah dan di bangunkan rumah, juga untuk modal usaha, dan bantuan pangan. Jika ada kelebihan donasi, akan disalurkan dalam program respek yatim piatu. Informasi lebih lanjut dari penggalangan dana ini, bisa hub 087771838123

Kabar Terbaru

Donatur

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close