ImageIftar Untuk Ribuan Lansia Dhuafaa
Image

Iftar Untuk Ribuan Lansia Dhuafaa

Rp 0 terkumpul dari Rp 100.000.000
0 Donasi ∞ hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

Kita Menunggu Adzan, Mereka Masih Menahan Lapar…

Di bulan Ramadhan, kita menikmati berbuka dengan hidangan lezat, duduk nyaman bersama keluarga. Tapi di luar sana, ada lansia yang tetap berjalan tertatih, bekerja meski tubuh renta, dan menahan lapar karena dagangannya tak kunjung laku.

KAKEK SUGIONO (82 Tahun)  Dengan tubuh ringkih, Kakek Sugiono masih memikul sapu lidi di pundaknya. Matanya mulai kabur, kakinya gemetar karena seharian belum makan. Setiap hari, ia berjalan keliling, berharap sapunya laku.

Hingga akhirnya, karena terlalu lapar, ia menawarkan satu sapu lidi hanya untuk ditukar dengan sebungkus nasi. Saat nasi itu didapatkan, ia hanya makan separuhnya, sisanya ia bawa pulang untuk istrinya yang sakit di rumah. "Kalau saya makan semua, nanti istri saya makan apa?”

MBAH JABAR (60 Tahun) – 15 KM Berjalan, Dua Hari Tak Makan Dari pagi hingga hampir maghrib, Mbah Jabar masih berkeliling menjual pisang.

Hari itu, hanya satu sisir pisang yang laku, dengan untung Rp2.000.

Dua hari ia belum makan, perutnya sakit menahan lapar.

Beli beras tak mungkin cukup, akhirnya ia berkeliling ke warung-warung, berharap ada yang mau menukar pisangnya dengan satu liter beras.

Tapi tak ada pemilik warung yang bersedia. "Kalau hari ini saya gak makan, besok saya gak bisa jualan…”

KAKEK ARSYAD (74 Tahun) – 30 KM Mendorong Sepeda Demi Istri yang Sakit. Keringat mengucur deras, langkahnya tertatih mendorong sepeda tua dengan penuh sapu lidi. Setiap hari ia menempuh perjalanan 30 KM agar bisa menjual sapu seharga Rp5.000 per buah.

Kadang, dalam sehari hanya mendapat Rp20.000 – Rp30.000, atau bahkan tak laku sama sekali.

Tapi baginya, ia harus terus berjuang demi makan dan membeli obat untuk istrinya yang sedang sakit di rumah. "Kalau saya menyerah, saya makan apa? Istri saya beli obat pakai apa?”

#OrangBaik, Mbah Sugiyono, Mbah Arsyad dan Mbah Jabar merupakan 3 dari Ribuan lansia yang hidup dalam kesulitan. 

Di bulan Ramadhan ini, mereka tidak berharap kemewahan. Mereka hanya ingin khusuk berpuasa tanpa harus menahan lapar lebih lama. 

#OrangBaik, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berbagi, untuk memberikan kebahagiaan bagi mereka yang seharusnya sudah bisa beristirahat di usia senja. Salurkan sedekah terbaikmu melalui : 

1.⁠ ⁠Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.⁠ ⁠Masukkan nominal donasi
3.⁠ ⁠Pilih metode pembayaran transfer Bank
4.⁠ ⁠Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi. 

Terima Kasih Orang Baik!

Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat anak lainnya di bawah naungan Gerbang Kebaikan Indonesia.

Penafian : Hasil penggalangan dana ini akan dibelikan tanah dan di bangunkan rumah, juga untuk modal usaha, dan bantuan pangan. Jika ada kelebihan donasi, akan disalurkan dalam program respek yatim piatu. Informasi lebih lanjut dari penggalangan dana ini, bisa hub 087771838123

Kabar Terbaru

Donatur

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close