
Bagi mereka, Ramadhan bukan hanya tentang berbuka puasa, tapi tentang bertahan hidup dan berharap ada yang peduli.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan kebahagiaan bagi banyak orang. Namun, bagi sebagian mereka, bulan ini justru menjadi ujian berat yang tak terelakkan. Ketika kebanyakan dari kita menanti berbuka dengan sukacita, ada kisah pilu dari Dea dan Pak Asnawi yang tengah menghadapi penderitaan luar biasa.

Di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan harapan dan kebahagiaan, Pak Asnawi, seorang lansia yang hidup sebagai pemulung, harus bertarung dengan rasa sakit yang luar biasa akibat penyakit kulit yang sudah menggerogoti tubuhnya selama bertahun-tahun. Luka menganga di wajahnya menghalangi penglihatannya, dan aroma tak sedap dari lukanya membuatnya sering dijauhi orang. “Serba salah, tapi kalau nggak begini, mau makan apa?” Ujar pak asnawi

Setiap hari, Pak Asnawi berkeliling memulung barang bekas, berjalan sejauh 15 kilometer, mengumpulkan botol dan rongsokan lain. Dari karung penuh sampah yang dikumpulkannya selama tiga hari, ia hanya mendapatkan Rp 10.000. Uang itu hanya cukup untuk makan sehari, dan seringkali tak cukup untuk membeli obat. Meski dalam kesakitan, Pak Asnawi tak pernah menyerah. Ia terus berjuang demi bisa bertahan hidup, meskipun luka-lukanya semakin parah.

Di sisi lain, Dea, seorang gadis kecil berusia 10 tahun, juga menghadapi ujian hidup yang tak kalah berat. Sejak usia 1 tahun, Dea divonis menderita penyakit kulit langka yang mengakibatkan kulitnya mengelupas dan bernanah. Setiap hari, Dea merasa gatal dan perih, tubuhnya dipenuhi luka yang harus dibersihkan dengan hati-hati agar tak terinfeksi.

Meskipun tubuhnya terasa sakit dan penuh luka, Dea tetap semangat bersekolah dan menghafal Al-Qur'an, meskipun sering diejek oleh teman-temannya. “Bu, kenapa aku selalu diejek? Aku cuma mau sembuh,” tanya Dea
Ayahnya hanya seorang buruh serabutan, dengan penghasilan yang sangat terbatas, sementara ibunya harus merawatnya dengan penuh kesabaran.
#OrangBaik, Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, ketika kebahagiaan berbuka puasa menjadi harapan bagi banyak orang, Dea dan Pak Asnawi justru harus berjuang melawan rasa sakit dan keputusasaan.
#OrangBaik, di bulan penuh berkah ini, mari kita bantu Dea dan Pak Asnawi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran transfer Bank
4. Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi.
Terima Kasih Orang Baik!
Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat anak lainnya di bawah naungan Gerbang Kebaikan Indonesia.
Penafian : Hasil penggalangan dana ini akan dibelikan tanah dan di bangunkan rumah, juga untuk modal usaha, dan bantuan pangan. Jika ada kelebihan donasi, akan disalurkan dalam program respek yatim piatu. Informasi lebih lanjut dari penggalangan dana ini, bisa hub 087771838123
![]()
Menanti doa-doa orang baik