

Kini orang tua Pak Wagiri sudah meninggal dunia, namun Pak Wagiri masih harus menebus surat rumah yang digadaikan. Jerih payah beliau seharian jualan rujak hanya tersisa sedikit untuk kebutuhan sehari-hari.

Tumor di leher Pak Wagiri pun semakin mencekik karena tak pernah diobati. Seiring benjolan yang semakin membesar, napas Pak Wagiri pun semakin sesak.

“Kalau sepi pembeli saya cuma bisa makan nasi dan sisa buah saja. Soalnya saya takut diusir dari rumah kalau cicilan gak dibayar,” ucap Pak Wagiri.

Pak Wagiri sangat bingung mana yang harus ia utamakan, tumor ganas di leher, perutnya yang keroncongan, atau surat rumah yang ia gadaikan demi mengobati orang tua.
Sahabat, mari sisihkan rezeki untuk bantu ringankan ujian yang sedang dihadapi Pak Wagiri dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;
2. Masukkan nominal donasi;
3. Pilih metode pembayaran BCA
![]()
Menanti doa-doa orang baik