ImageRezeki Tuk Abah, Dagangan Dicuri Saat Sholat!...
Image

Rezeki Tuk Abah, Dagangan Dicuri Saat Sholat!

Rp 486.732 terkumpul dari Rp 124.815.000
7 Donasi 1 bulan, 0 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

Untung Cuma Seribu, Dagangan Abah Malah Dicuri Saat Sholat!


Langkahnya pelan. Tubuh renta itu membungkuk, mendorong gerobak mainan kecil yang menjadi satu-satunya harapan hidupnya. Di usia 75 tahun, Abah Yunir masih harus berkeliling menjajakan mainan demi menyambung hidup.

Setiap kurang lebih 100 meter berjalan, Abah harus berhenti. Ia terdiam sejenak, mencoba mengatur napas yang tersengal. Kakinya gemetar menahan lelah, punggungnya kian membungkuk, dan dadanya terasa sesak. Namun setelah itu, ia kembali melangkah. Pelan… tertatih… seolah memaksa tubuhnya sendiri untuk terus kuat.

Tak ada tabungan. Tak ada pegangan lain. Di rumah, ada seorang istri yang harus ia hidupi.

Dari setiap mainan yang terjual, Abah hanya mendapat untung sekitar Rp1.000. Seribu rupiah… jumlah yang bahkan mungkin tak cukup untuk membeli segelas minuman. Tapi dari recehan itulah Abah berharap bisa membawa pulang sedikit beras.

Pernah dua hari lamanya Abah menahan lapar. Dagangan belum juga laku, sementara uang tak ada. Dalam keadaan perut kosong dan tubuh lemas, ia tetap berkeliling.

Suatu hari, ketika adzan berkumandang, Abah meninggalkan gerobaknya sebentar untuk menunaikan sholat. Seperti biasa, ia selalu membawa air di botol untuk berwudhu. Di manapun adzan tiba, di situlah ia sholat. Zikir tak pernah lepas dari bibirnya.

Namun saat ia kembali, sebagian dagangannya telah raib.

Mainan-mainan kecil yang ia harapkan bisa menjadi penyambung hidup justru hilang dicuri. Hatinya hancur, tapi ia hanya terdiam. Tak ada yang bisa ia lakukan.

Bukan hanya sekali ia disakiti. Selain dicuri, Abah juga ditipu.

"Ada nak, orang dateng, ngambil mainan, terus pergi, bilangnya mau ambil uang, saya tungguin lama gak dateng lagi," ceritanya pilu.

Ia menunggu dengan sabar. Berharap orang itu kembali. Namun yang datang hanya kecewa.


Cobaan Abah tak berhenti di jalanan.

Hunian kecil yang ia tinggali bersama istrinya selama ini hanyalah menumpang di atas tanah milik orang. Kini, tanah itu akan diambil kembali oleh pemiliknya. Abah diberi waktu tiga bulan untuk angkat kaki.

"Saya bingung harus ke mana bawa istri saya," ujarnya pasrah.

Ya Tuhan... ujian datang bertubi-tubi, entah sampai kapan tubuh renta itu mampu bertahan. Entah ke mana ia harus membawa istrinya jika waktu itu benar-benar tiba.

**

Orang Baik, Pundak Abah semakin berat seiring usia bertambah. Dia bahkan tak pernah sekalipun mengenal kata istirahat. Melalui donasi, kita bisa sama-sama meringankan hidup Abah yang begitu keras.

Salurkan kebaikan dengan cara : 

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran 

4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya

Kabar Terbaru

Donatur (7)

Gita Citra Denisa7 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.876
Orang Baik10 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 53.644
Orang Baik1 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.385
Orang Baik2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.846
Hamba ALLAH2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.886

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close